Rentang harga website profesional di Indonesia pada tahun 2026 menunjukkan variasi yang cukup lebar karena setiap bisnis membutuhkan fitur dan tingkat kompleksitas yang berbeda. Banyak pemilik usaha ingin meningkatkan kehadiran digital mereka, tetapi sering kali kesulitan memperkirakan anggaran yang tepat. Untuk membantu Anda memahami pasar dengan lebih jelas, berikut penjelasan lengkap mengenai kategori website, komponen biaya, serta pilihan vendor yang bisa Anda pertimbangkan sebelum menghitung biaya pembuatan website profesional.
Estimasi Rentang Harga Berdasarkan Jenis Website
Website Personal / Bisnis Kecil
Website sederhana untuk personal branding atau usaha kecil biasanya tidak membutuhkan fitur kompleks. Anda cukup memajang profil, layanan, kontak, dan beberapa halaman pendukung.
Rentang harga: Rp1.000.000 – Rp3.000.000.
Kategori ini cocok bagi freelancer, kreator, atau bisnis kecil yang baru memulai identitas digital.
Website Company Profile
Perusahaan menengah hingga besar membutuhkan desain yang lebih serius dan profesional. Website biasanya memuat portofolio, struktur perusahaan, layanan, hingga halaman karier.
Rentang harga: Rp5.000.000 – Rp20.000.000.
Untuk kebutuhan korporat dengan desain premium dan fitur khusus, biayanya bisa mencapai Rp75.000.000.
Website E-commerce (Toko Online)
Bisnis yang menjual produk secara digital membutuhkan fitur katalog, sistem transaksi otomatis, integrasi payment gateway, keranjang belanja, dan dashboard pengelolaan produk.
Rentang harga: Rp5.000.000 – Rp15.000.000.
Jumlah produk dan integrasi teknologi sangat memengaruhi total harga. Semakin banyak fitur otomatis, semakin besar investasi yang Anda butuhkan.
Custom Web Application
Jenis ini digunakan oleh perusahaan yang membutuhkan sistem digital khusus, seperti aplikasi booking, portal internal, sistem inventaris, E-learning, hingga dashboard karyawan.
Rentang harga: Rp20.000.000 – Rp35.000.000+.
Developer biasanya membangun sistem dari nol agar sesuai dengan kebutuhan bisnis yang sangat spesifik.
Rincian Komponen Biaya Utama
Selain biaya pembangunan awal, Anda juga perlu menghitung biaya infrastruktur tahunan agar website tetap berjalan optimal. Berikut komponen utamanya:
Domain
Nama website seperti .com, .id, atau .co.id memerlukan perpanjangan setiap tahun.
Biaya domain: Rp140.000 – Rp280.000 per tahun.
Hosting
Hosting berfungsi menyimpan file website dan menentukan kecepatan akses. Kualitas hosting menentukan performa website Anda.
Biaya hosting: Rp24.000 – Rp370.000 per bulan.
Harga naik seiring kebutuhan trafik, kapasitas server, dan tingkat keamanan.
Desain & Pengembangan
Website profesional membutuhkan tampilan yang menarik dan struktur yang solid. Desain custom memberikan identitas visual yang lebih kuat bagi brand.
Biaya desain custom: Rp5.000.000 – Rp20.000.000.
Semakin unik tampilan yang Anda inginkan, semakin besar tenaga desain yang dibutuhkan.
Konten & SEO
Agar website tampil di hasil pencarian Google, Anda perlu menjaga kualitas konten. Penulis konten profesional membantu meningkatkan kredibilitas website.
Biaya pembuatan konten dan layanan SEO biasanya berada di kisaran Rp50.000 hingga Rp500.000 per artikel, tergantung tingkat riset dan kualitas yang dibutuhkan.
Pilihan Vendor untuk Pembuatan Website
Pemilihan vendor berpengaruh besar terhadap hasil akhir website Anda. Setiap pilihan menawarkan kelebihan yang berbeda sesuai skala bisnis.
Freelancer
Freelancer menawarkan harga yang lebih fleksibel. Mereka cocok untuk proyek kecil hingga menengah dengan kebutuhan dasar.
Anda dapat menemukan banyak freelancer berkualitas di platform seperti Fastwork.
Kelebihan: Harga lebih terjangkau dan proses pengerjaan lebih cepat.
Agensi Digital
Agensi menawarkan layanan lengkap mulai dari riset, desain, pengembangan, hingga konten dan SEO. Skala kerja mereka lebih cocok untuk perusahaan besar atau brand yang ingin tampil profesional.
Contoh agensi di Indonesia antara lain Akseprima dan Tonjoo.
Kelebihan: Proses lebih tertata, dokumentasi lengkap, hasil lebih stabil.
Kesimpulan
Rentang harga website profesional sangat dipengaruhi oleh jenis website, fitur, infrastruktur, dan siapa yang mengerjakannya. Dengan memahami kategori biaya di atas, Anda bisa menyusun anggaran yang sesuai kebutuhan bisnis. Website bukan hanya aset digital, tetapi juga investasi jangka panjang yang mendukung pertumbuhan perusahaan Anda.
Jika Anda ingin hasil yang maksimal, pastikan Anda memilih vendor yang kompeten, memahami kebutuhan brand, serta memberikan layanan yang jelas sejak awal. Dengan pendekatan yang tepat, Anda bisa memaksimalkan biaya pembuatan website profesional tanpa membuang anggaran.