Bagi pelaku usaha makanan ringan, kendala menggunakan mesin vacuum sering kali menjadi tantangan tersendiri.
Meski mesin ini di kenal mampu menghasilkan keripik buah dan sayur yang lebih renyah, berwarna cerah, dan sehat, tetap ada hambatan teknis maupun non-teknis yang harus di hadapi. Mulai dari konsumsi energi tinggi, perawatan yang rumit, hingga biaya investasi yang mahal.
Memahami sejak awal berbagai masalah mesin vacuum frying akan membantu pelaku usaha mempersiapkan strategi agar produksi berjalan lebih efisien.
Kendala Menggunakan Mesin Vacuum
1. Kendala Menggunakan Mesin Konsumsi Energi yang Tinggi
Salah satu kendala menggunakan mesin vacuum adalah kebutuhan energi listrik yang cukup besar. Pompa vakum dan elemen pemanas bekerja terus-menerus agar suhu stabil.
2. Perawatan Menggunakan Mesin Vacuum yang Rumit
Kelemahan mesin vacuum berikutnya adalah perawatan yang cukup kompleks. Endapan minyak dapat menyumbat sistem dan menurunkan kualitas produk jika di abaikan. Solusi: lakukan pembersihan rutin, pengecekan oli, dan gunakan suku cadang asli.
Kendala Produksi dengan Mesin Vacuum

Kendala produksi dengan mesin vacuum adalah kapasitas tabung yang terbatas. Jika permintaan tinggi, produksi bisa terhambat.
Selain itu, seal karet yang aus menyebabkan kebocoran sehingga tekanan rendah gagal tercapai.
Solusi: lakukan pengecekan rutin seal, dan ganti jika sudah aus.
Sisa bahan makanan bisa menurunkan kualitas minyak, membuat produk kusam dan tidak renyah.
Solusi: lakukan penyaringan minyak setiap produksi, dan ganti secara berkala.
Hambatan Teknis Menggunakan Mesin Vacuum
Selain masalah energi dan biaya investasi, ada beberapa hambatan teknis yang sering di alami saat menggunakan mesin vacuum frying.
Hambatan teknis ini berhubungan langsung dengan cara kerja mesin dan kondisi komponennya. Jika tidak di tangani, kualitas produk bisa menurun dan mesin cepat rusak. Berikut beberapa di antaranya:
1. Biaya Suku Cadang Mesin Vacuum yang Mahal
Komponen mesin vacuum terdiri dari bagian-bagian khusus seperti pompa vakum, panel kontrol, tabung stainless steel, hingga seal karet.
Jika salah satu mengalami kerusakan, biaya perbaikannya relatif tinggi karena suku cadang tidak selalu tersedia di pasaran umum.
2. Risiko Kebocoran Sistem Vakum
Salah satu masalah mesin vacuum frying yang sering terjadi adalah kebocoran sistem vakum. Hal ini biasanya di sebabkan oleh seal karet yang aus, baut pengunci tabung yang longgar, atau pemasangan penutup yang tidak rapat.
Jika kebocoran terjadi, tekanan rendah tidak tercapai sehingga hasil keripik menjadi berminyak dan tidak renyah.
3. Tantangan Operator dalam Pengoperasian
Mesin vacuum tidak bisa di operasikan sembarangan. Operator harus paham cara mengatur suhu minyak, tekanan vakum, dan lama penggorengan.
4. Kualitas Minyak yang Cepat Menurun
Pada proses vakum, sisa bahan makanan tetap bisa bercampur dengan minyak. Jika minyak tidak disaring, warnanya akan cepat keruh dan baunya berubah, sehingga berdampak pada kualitas keripik yang di hasilkan.
Hambatan Investasi Awal
Selain hambatan teknis, salah satu faktor besar yang sering menjadi pertimbangan pelaku usaha adalah biaya investasi awal mesin vacuum.
Di bandingkan dengan mesin penggorengan biasa, harga mesin vacuum jauh lebih tinggi karena menggunakan teknologi canggih untuk menghasilkan produk berkualitas premium.
1. Harga Mesin Vacuum yang Relatif Mahal
Harga mesin vacuum frying umumnya mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah, tergantung pada kapasitas dan mereknya.
Untuk usaha kecil menengah, nominal ini sering kali terasa berat, apalagi jika modal terbatas. Inilah mengapa kelemahan mesin vacuum yang paling banyak dikeluhkan adalah soal harganya.
2. Risiko Balik Modal yang Lama
Mengingat investasi mesin vacuum cukup tinggi, banyak pelaku usaha khawatir modal akan kembali dalam waktu lama. Apalagi jika pemasaran produk belum maksimal, maka keuntungan sulit menutup biaya awal.
Kesimpulan
Mesin vacuum frying memang membawa banyak manfaat, tetapi ada berbagai kendala menggunakan mesin vacuum yang perlu diperhatikan.
Mulai dari konsumsi energi, perawatan, biaya suku cadang, keterampilan operator, hingga biaya investasi.
Dengan memahami masalah mesin vacuum frying sejak awal dan menyiapkan solusi, pelaku usaha bisa mengoptimalkan kinerja mesin serta menjaga kualitas produk.