Syarat Dapur Sehat MBG agar Makanan Aman Disajikan post thumbnail image

Syarat dapur sehat MBG menjadi hal penting bagi setiap dapur yang menjadi mitra Program Makan Bergizi (MBG). Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah di Indonesia.

Standar ini tidak hanya menjamin keamanan dan kualitas makanan. Selain itu, standar ini juga mendukung kesehatan dan kenyamanan para siswa yang menerima sajian bergizi setiap hari.

Panduan Lengkap Syarat Dapur Sehat MBG untuk Sekolah dan Mitra

Program Makan Bergizi (MBG) bertujuan memastikan anak-anak sekolah menerima makanan sehat, bergizi, dan aman. Setiap dapur yang menjadi mitra MBG harus memenuhi standar kebersihan, pengolahan, dan pengawasan yang dikenal sebagai syarat dapur sehat MBG.

Standar ini penting untuk menjaga kualitas makanan dan kesehatan siswa setiap hari. Panduan ini menjelaskan secara lengkap poin-poin yang harus terpenuhi agar dapur sekolah dan mitra MBG dapat menyajikan makanan higienis dan bergizi.

Berikut adalah syarat kesehatan utama yang harus terpenuhi oleh dapur mitra MBG, yaitu :

Kebersihan Dapur dan Peralatan

Semua peralatan masak, alat makan, dan permukaan kerja harus rutin dicuci dan disterilkan. Lantai, dinding, dan ventilasi dapur harus bersih serta bebas dari kotoran atau hama. Kebersihan dapur menjadi fondasi utama agar makanan tetap aman dan bergizi.

Kebersihan Petugas Dapur

Petugas dapur wajib mencuci tangan sebelum dan sesudah menangani makanan. Mereka juga harus menggunakan seragam bersih, penutup kepala, dan masker jika diperlukan. Kebersihan personal petugas meminimalkan risiko kontaminasi makanan.

Penyimpanan Bahan Makanan

Bahan mentah dan olahan harus disimpan di tempat tertutup atau lemari pendingin sesuai kebutuhan. Pastikan bahan makanan tidak kedaluwarsa dan selalu mengikuti prinsip FIFO (first in, first out) untuk menjaga kualitas dan kesegaran.

  • Penyimpanan di Lemari Pendingin atau Freezer
    Petugas memastikan bahan makanan mudah rusak, seperti daging, ikan, susu, dan sayuran, tersimpan di lemari pendingin atau freezer agar kesegaran dan keamanan makanan tetap terjaga.
  • Penyimpanan di Wadah Tertutup
    Petugas dapur menyimpan bahan kering, seperti tepung, gula, atau bumbu, dalam wadah kedap udara. Dengan menggunakan wadah tertutup, mereka mencegah kontaminasi dari debu, serangga, atau kelembapan, sehingga bahan tetap bersih, aman, dan layak pakai dalam pengolahan makanan.
  • Prinsip FIFO (First In, First Out)
    Petugas dapur menggunakan bahan yang masuk lebih dulu terlebih dahulu untuk mencegah kedaluwarsa. Dengan menerapkan prinsip FIFO, mereka menjaga kualitas bahan secara konsisten dan meminimalkan pemborosan, sehingga semua bahan tetap segar dan aman dalamĀ  pemakaian.

Air Bersih dan Sanitasi

Petugas dapur memastikan air yang terpakai untuk memasak dan mencuci tetap bersih dan aman. Saluran pembuangan limbah juga harus tertutup dan tidak mencemari lingkungan dapur, sehingga kebersihan dan kesehatan tetap terjaga.

Pengolahan Makanan yang Higienis

Kemudian, petugas dapur harus memasak semua makanan pada suhu yang tepat untuk membunuh bakteri. Hindari kontaminasi silang antara bahan mentah dan matang dengan memisahkan area kerja sesuai standar MBG.

Pelatihan Petugas Dapur

Selanjutnya, petugas dapur perlu mengikuti pelatihan tentang teknik memasak yang higienis, pengolahan gizi, dan pengendalian kualitas. Pelatihan rutin memastikan semua makanan yang tersaji memenuhi standar kesehatan MBG.

Pengawasan dan Dokumentasi

Petugas mencatat setiap langkah pengolahan makanan, termasuk jadwal pembersihan dan penggunaan bahan. Inspeksi berkala dari pihak sekolah atau instansi terkait memastikan dapur selalu memenuhi syarat dapur sehat MBG.

Kesimpulan

Dengan memenuhi semua standar ini, dapur sekolah atau mitra MBG dapat menyajikan makanan yang bergizi, aman, dan higienis bagi para siswa. Implementasi syarat dapur sehat MBG sangat penting untuk menjaga kesehatan anak-anak.

Beberapa sekolah bahkan menyediakan contoh dapur makan bergizi gratis sebagai bukti komitmen mereka dalam menyediakan makanan berkualitas bagi siswanya. Langkah ini juga mendukung terciptanya generasi yang sehat, cerdas, dan siap menghadapi masa depan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post